Showing posts with label KELAS 6. Show all posts
Showing posts with label KELAS 6. Show all posts

KELAS 6 TEMA 3 PPKn

KELAS 6 TEMA 3!!!     < RANGKUMAN >

 Terimakasih sudah berkunjung di blog ini. Blog ini berkaitan dengan rangkuman materi kelas 6 Tema 3Kelas 6 Tema 3 tentang tokoh dan penemuan.Tema 3 kelas 6 terdiri dari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPkn).

 

Kali ini saya akan menulis tentang rangkuman materi kelas 6 tema 3 yakni rangkuman mata pelajaran PPKn.

Pada pembelajaran mata pelajaran PPkn yang dibahas diantaranya adalah hak, kewajiban dan tanggung jawab . Contoh hak dan kewajiban. Apa itu hak?, dan apa itu kewajiban? Yuk simak penjelasan berikut.

 

Hak adalah segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang sedangkan

 

Kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan atau sesuatu yang harus dilakukan setiap orang.

 

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja.

 

Contoh Hak dan kewajiban anak dirumah dan di sekolah

 

Hak anak di rumah

1.     Mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua

2.    Mendapatkan pendidikan

3.    Mendapatkan makan dan minum

4.    Mendapatkan tempat tinggal

5.    Mendapatkan perlindungan

6.    dll

 

Kewajiban anak di rumah

1.     Membantu kedua Orang tua

2.    Belajar dengan tekun

3.    Patuh kepada perintah orangtua

4.    Berbicara dengan sopan kepada orang tua

5.    Menjaga kebersihan rumah

6.    dll

 

Hak dan Kewajiban anak di sekolah

 

Hak anak di sekolah

1.     Mendapatkan bimbingan dari guru

2.    Meminjam buku di Perpustakaan

3.    Memanfaatkan fasilitas sekolahan

4.    Mendapatkan tempat belajar yang layak

5.    Mendapatkan perlindungan selama di sekolah

 

Kewajiban anak di sekolah

1.     Hadir di sekolah tepat waktu/sebelum bel berbunyi

2.    Mentaati tata tertib sekolah

3.    Mengikuti seluruh kegiatan sekolah

4.    Berbicara sopan di sekolah

5.    Menjaga kebersihan sekolah

 

Semoga bermanfaat pembahasan kelas 6 Tema 3 materi PPkn.

 

Untuk  membaca ringkasan IPS kelas 6 Tema 3 klik

Ringkasan IPS kelas 6 Tema 3

Untuk  membaca ringkasan IPA kelas 6 Tema 3 klik

Ringkasan IPA kelas 6 Tema 3

 

 

 

KELAS 6 TEMA 3 BAHASA INDONESIA

 KELAS 6 TEMA 3!!!!

RANGKUMAN BAHASA INDONESIA

 

Terimakasih sudah berkunjung di blog ini. Blog ini berkaitan dengan kelas 6 Tema 3Kelas 6 Tema 3 tentang tokoh dan penemuan. Tema 3 terdiri dari pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, SBdP, dan PPkn.

 Berikut ini kelas 6 tema 3 rangkuman Bahasa Indonesia .

·       Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau menguraikan rangkaian peristiwa terbentuknya suatu fenomena alam atau peristiwa social

·        Teks eksplanasi berfungsi untuk memberikan penjelasan kepada pembaca tentang proses terjadinya sesuatu yang disusun menurut prinsip sebab akibat.

·       Teks eksplanasi terdiri atas: Pernyataan umum (Pembukaan), deretan penjelas (isi), dan penutup (kesimpulan)

·       Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang akan dibicarakan/ diinformasikan. Bgaian deretan penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan tentang proses dari peristiwa yang terjadi dan dijelaskan secara bertahap/ berurutan. Bagian penutup adalah kesimpulan yang berisi interpretasi pendapat singkat penulis tentang topic yang dijelaskan.

·       Teks eksplanasi ilmiah adalah teks eksplanasi yang menerangkan suatu proses yang bersifat ilmu pengetahuan alam, seperti gejala alam, terjadinya pelangi, proses arus listrik, dan sebagainya.

·        Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau social.

·       Pada Teks eksplanasi, sebuah peristiwa timbul karena adanya peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa lain sesudahnya.

·         Struktur teks eksplanasi terdiri dari pernyataan umum (topic masalah), deretan penjelas. Dan interpretasi (kesimpulan dan pesan)

·       Pernyataan umum berisi tentang penjelasan umum tentang  fenomena yang akan dibahas, bisa berupa pegenalanfenomena tersebut atau penjelasannya.

·       Deretan penjelas berisi tentang penjelasan proses

·        Interpretasi merupakan intisari atau kesimpulan dari pernyataan umum dan deretan penjelas, dapat juga berupa tanggapan maupun mengambil kesimpulan atas pernyataan yang ada dalam teks tersebut

Semoga bermanfaat pembahasan kelas 6 Tema 3 materi PPkn.

 

Untuk  membaca ringkasan IPS kelas 6 Tema 3 klik

https://risangaryodanisworo.blogspot.com/2020/09/ips-tema-3-kelas-vi.html

Untuk  membaca ringkasan IPA kelas 6 Tema 3 klik

 

https://risangaryodanisworo.blogspot.com/2020/09/kelas-6-tema-3-ipa.html

 

 

KELAS 6 TEMA 3 SBDP

KELAS 6 TEMA 3!!!!

RANGKUMAN SBDP

 

Terimakasih sudah berkunjung di blog ini. Blog ini berkaitan dengan kelas 6 Tema 3Kelas 6 Tema 3 tentang tokoh dan penemuan. Tema 3 terdiri dari pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, SBdP, dan PPkn. Berikut ini kelas 6 tema 3 rangkuman SBDP.Pada pembelajaran SBDP pada kelas 6 tema 3 adalah lagu Mariam Tomong yang dibahas.

 Video Mariam Tomong https://youtu.be/n5UVmtSUuO4


·         Lagu Mariam Tomong berasal dari Tapanuli, Sumatra Utara.

·         Pencipta Lagu Mariam tomong adalah Guru Nahum Situmorang

·     Lagu Mariam Tomong memiliki nada dasar C = do dengan tempo Con brio, tempo yang cepat dan dinyanyikan dengan suka hati.

·        Ketika kita bernyanyi kita harus tahu tangga nada dan  memperhatikan interval nada.

·         Tangga nada adalah susunan berjenjang ( Do – Re – Mi- Fa –Sol – La –Si – Do’)

·         Interval nada adalah sebuah jarak antara nada satu ke nada yang lainnya.

·          Macam macam interval nada

1.      Nada berjarak 1 yaitu Do Re, Re Mi, Fa Sol, Sol La

2.      Nada berjarak ½ yaitu Mi Fa, Si La

3.      Nada berjarak 2 nada yaitu Do Mi, Fa La

4.      Nada jarak 1 ½ nada yaitu Re Fa, Mi Sol, La Do


Semoga bermanfaat pembahasan kelas 6 Tema 3 materi SBDP.

 

Untuk  membaca ringkasan IPS kelas 6 Tema 3 klik

https://risangaryodanisworo.blogspot.com/2020/09/ips-tema-3-kelas-vi.html

Untuk  membaca ringkasan IPA kelas 6 Tema 3 klik

https://risangaryodanisworo.blogspot.com/2020/09/kelas-6-tema-3-ipa.html

 

KELAS 6 TEMA 3 IPA

 

KELAS 6 TEMA 3!!!!

RANGKUMAN IPA

 

Terimakasih sudah berkunjung di blog ini. Blog ini berkaitan dengan kelas 6 Tema 3. Kelas 6 Tema 3 tentang tokoh dan penemuan. Tema 3 terdiri dari pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, SBdP, dan PPkn.

 Berikut ini kelas 6 tema 3 rangkuman IPA.

·         Listrik telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat di dunia

·         Tokoh penemu arus listrik adalah Michael Faraday

·         Arus listrik adalah gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang dapat merambat meski tidak ada media perantara.

·         Gelombang elektromagnetik terbentuk dari hasil perubahan medan magnet dan medan listrik yang terjadi terus menerus.

·          proses perjalanan arus listrik dari pusat pembangkit hingga sampai di rumah penduduk adalah Arus listrik yang dihasilkan dari generator di pusat pembangkit listrik, disalurkan melalui kabel jaringan listrik tegangan tinggi berupa menara-menara tinggi menuju ke gardu-gardu penerima di berbagai daerah. Kemudian arus listrik disalurkan menuju ke rumah penduduk dan berbagai tempat yang memerlukan.

·         Rangkaian listrik adalah hubungan sumber listrik dengan alat-alat listrik lainnya yang mempunyai fungsi tertentu

·         Berdasarkan susunan hubungan alat-alat listrik, rangkaian listrik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu rangkaian listrik seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran (seri-paralel).

·         Rangkaian seri adalah rangkaianyang dipasang secara berderet dan tidak bercabang.

·         Penggunaan rangkaian seri digunakan untuk alat yang tidak memiliki banyak ruang misalya lampu senter.

·         Kekurangan pada rangkaian seri apabila salah satu lampu diputus maka lampu lainya akan mati , boros, serta nyala lampu redup.

·         Kelebihan rangkain seri adalah hemat kabel, dan cara pembuatan mudah.

·         Rangkaian pararel adalah rangkaian yang dipasang secara sejajar sehingga membentuk cabang cabang.

·         Rangkaian pararel digunakan pada lampu lalu lintas, listrik dirumah

·         Adapun kelebihan pararel adalah jika salah satu lampu dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya

·         Kekurangan pararel adalah menghabiskan banyak kabel.




·         Beberapa Tokoh Tokoh Dunia

1.      Garret Augutus Morgan Penempu Lampu Lalu Lintas tahun 1923

2.      Charles Babbage Pencipta Komputer tahun 1791-1871

3.      Guglielmo Marconi Penemu Radio , Telegram

4.      Thomas Alva Edison Penemu Bola Lampu Pijar tahun 1879

5.      John Logie Bird penemu pesawat televisi

 

Semoga bermanfaat pembahasan kelas 6 Tema 3 materi IPA.

Untuk  membacapembahasan ringkasan IPS kelas 6 Tema 3 klik

https://risangaryodanisworo.blogspot.com/2020/09/ips-tema-3-kelas-vi.html

 

Kelas 6 Tema 3

KELAS 6 TEMA 3 IPS

KELAS 6 TEMA 3!!!!

RANGKUMAN IPS

 

Terimakasih sudah berkunjung di blog ini. Blog ini berkaitan dengan kelas 6 Tema 3. Kelas 6 Tema 3 tentang tokoh dan penemuan. Tema 3 terdiri dari pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, SBdP, dan PPkn. Kelas 6 Tema 3 ini untuk pelajaran IPS mengenai pengaruh listrik pada kehidupan manusia.

 

Berikut ini kelas 6 tema 3 rangkuman IPS.

 

A.  Listrik sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Pengaruh Listrik sebagai berikut

1.    Pengaruh di Bidang Ekonomi

·      Sebelum ditemukannya listrik, manusia menggunakan api sebagai bahan penerangan. Mereka menggunakan obor, pelita, dan lain-lain. Karena itu biaya hidup akan lebih hemat. Namun pekerjaan semakin sulit dikerjakan atau diselesaikan dengan cepat.

·      Sesudah ditemukannya listrik, biaya kehidupan akan semakin mahal karena harus membayar biaya listrik yang dipakai. Ditambah biaya listrik yang semakin lama semakin mahal. Namun pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan dengan cepat.

 

 

2.    Pengaruh di Bidang Pendidikan

·      Sebelum ditemukannya listrik, setiap murid hanya belajar dan mengerjakan tugas di sing hari, meskipun menggunakan pelita atau lampu minyak ,tapi hal ini dapat merusak mata, karena memaksakan membaca dalam keadaan tidak terang.

·       Sesudah ditemukannya listrik,murid dapat belajar dan mengerjakan tugas mereka kapan saja, menjadi lebih mudah saat mengerjakan tugas dan belajar.

 

3.    Pengaruh di bidang social

·      Sebelum ditemukannya listrik Orang-orang berkomunikasi dengan berbicara, dan mengirim surat, ngobrol atau berbicara langsung.

·      Sesudah ditemukannya listrik, Orang-orang berkomunikasi menggunakan gawai,tanpa batas ruang dan waktu, sehingga bisa melupakan kebersamaan.

 

4.    Pengaruh di bidang hiburan

·      Sebelum ditemukannya listrik, anak-anak bermain dengan permainan tradisional atau buatan mereka sendiri sehingga lebih merasakan kebersamaan bermain bersama teman-teman.

·      Sesudah ditemukannya listrik, anak-anak jarang berinteraksi secara langsung mereka lebih suka main di rumah.

·        Sesudah ditemukannya listrik, pertunjukan seni dapat dilaksanakan pada malam hari.

 

Selanjutnya kelas 6 tema 3 rangkuman IPS

 

B.  Kehidupan Masyarakat setelah adanya listrik

 

Kehidupan manusia berubah drastic sejak adanya listrik. Beberapa perubahanya sebagai berikurt :

·           Menyetrika baju dengan setrika listrik

·           Menanak nasi menggunakan rice coocker sehingga cepat dan mudah

·           Ada Akses internet yang dapat menambah wawasan dan informasi dari seluruh dunia.

 

 

Semoga bermanfaat pembahasan kelas 6 Tema 3 materi IPS. Selanjutnya akan dibahas kelas 6 Tema 3 materi pelajaran lain.

 

Kelas 6 Tema 3


Modul 1 Pembelajaran Matematika di SD

                                                             MODUL I

Pembelajaran Matematika Berdasarkan KBK

Kegiatan Belajar 1

Landasan Pembelajaran Matematika Berdasarkan KBK

·      Tiga faktor yang melandasi perubahan memperbaiki matematika adalah keberadaan dan perkembangan teori-teori belajar, psikologi belajar, dan filsafat pendidikan.

·      Untuk mendukung usaha pembelajaran matematika dibutuhkan guru yang professional dan kompeten.

·      Guru matematika yang kompeten mempunyai wawasan  berupa dasar dasar teori belajar yang dierapkan untuk pengembangan dan perbaikan pembelajaran matematika.

1.      Teori Thorndike disebut teori penyerapan, yaitu teori yang memandang peserta didik sebagai selembar kertas putih, penerima pengetahuan yang siap menerima pengetahuan secara pasif. Prinsipnya menekankan pada praktik dan latihan (drill and practice). Toeri ini bersifat behavioristik / mekanistik.

2.      Teori Ausubel disebut teori holistik yang merupakan teori kognitif belajar dan dikembangkan berdasarkan teori pembelajaran bermakna (meaningful instruction). Teori ini mengemukakan pentingnya kebermaknaan pembelajaran akan membuat pembelajaran lebih bermanfaat

3.      Teori Jean Piaget yaitu teori perkembangan intelektual yang menyatakan bahwa kemampuan intelektual anak berkembang secara bertahap (aliran konstruktivisme). Dimulai dari adanya jaringan konsep (skemata) lalu pengetahuan diproses melalui asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi.

4.      Teori Vygotsky mengembangkan teori konstruktivistik belajar mandiri Piaget menjadi belajar kelompok. Melalui teori ini peserta didik dapatmemperoleh pengetahuan melalui kegiatan yang beraneka ragam dengan guru sebagai fasilitator.

5.      Teori Jerome Bruner merupakan teori perkembangan mental yang dibedakan dalam tiga tingkatan dalam mengakomodasi peserta didik, yaitu enactive, iconic, dan symbolic.

6.      Pemecahan masalah dengan teknik heuristic (bantuan untuk menemukan) oleh George Polya, meliputi understand the problem, devise a plan, carry out the plan, dan look back.

7.      Teori Van Hiele (hierarkis belajar geometri) menyatakan bahwa eksistensi dari lima tingkatan yang berbeda tentang pemikiran geometrik, yaitu level 0 (visualisasi), level 1 (analisis), level 2 (deduksi informal), level 3 (deduksi), dan level 4 (rigor).

8.      RME (Realistic Mathematics Education) dikembangkan oleh Freudenthal dan Treffers, yaitu pematematikaan dibagi 2 antara lain pematematikaan horisotal dan vertikal. Teori ini dimaksudkan untuk memulai pembelajaran matematika dengan cara mengaitkanya dengan situasi dunia nyata di sekitar siswa

9.      Peta konsep merupakan kebermaknaan yang ditunjukkan dengan bagan atau peta sehingga hubungan antarkonsep menjadi jelas dan keseluruhan konsep teridentifikasi.jenis peta konsep ini dapat menyebar, menegak dari sususan konsep umum ke khusus.

 Kegiatan Belajar 2

Pelaksanaan Pembelajaran Matematika yang Konstruktivistik

·           Dasar pengembangan pendidikan yang bermutu tinggi adalah prinsip. Empat pilar belajar yang dikemukakan UNESCO yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

 

A.      Proses Pendidikan

·           Guru merupakan komponen proses utama dalam pendidikan karena guru adalah pelaksana dari proses itu sendiri.

·           Agar guru dapat melaksanakan proses yang baik maka perlu mempertimbangkan beberapahal diantaranya:

1.      Kompetensi Individual, kelompok, klasikal

2.      Keberagaman hasil

3.      Kesesuaian penilaian, evaluasi, atau asesmen

4.      Pemberdayaan berbagai sumber belajar

5.      Strategi pembelajaran untuk mencapai sasaran

 

B.       Pembeleajaran Matematika

·           Pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalamankepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana untuk memperoleh bahan matematika yang dipelajari.

·           Komponen yang menentukan ketercapaia kompetensi adalah penggunaan strategi pemebelajaran matematika yang sesuai dengan :

1.      Topik yang sedang dibicarakan

2.      Tingkat perkembangan intelektual peserta didik

3.      Prinsip teori belajar

4.      Keterlibatan aktif peserta didik

5.      Keterkaiatan dengan kehidupan peserta didik sehari hari

6.      Pengembangan dan Pemahaman Penalaran matematis

·           Strategi  pembelajaran matematika yang konstruktivistik antara lain:

1.    Pemecahan masalah (problem solving) ciri utamanya adanya masalah yang tidak rutin. Manfaatnya adalah peserta didik menjadi kreatif dalam berpikir, kritis dalam menganalisis data, fakta, dan informasi, serta mandiri dalam bertindak dan bekerja. Sasarannya yaitu soal mempunyai banyak selesaian (multiple solution), soal yang diperluas (extending problem), dan soal yang mempunyai banyak cara menyelesaikan (multiple methods of solution).

Contoh Soal :

No

Bentuk Soal

Soal

Penyelesaian / Jawaban

1

Banyak Selesaian

Perhatikan susunan bilangan berikut

1,2,3……….10 carilah 3 keadaan yang

dimiliki sususnan bilangan tersebut!

 

a.       Sususnan Bilangan dimulai angka 2

b.       Susunan bilangan diakhiri angka 10

c.       Bilangan itu semua Positif

2

Soal Yang diperluas

Sebuah Lingkaran memiliki Keliling 157cm,tentukan Luas Lingkaran tersebut!

Siswa terlebih dahulu mencari Diameter Lingkaran baru kemudian menghitung luas lingkaran.

3

Banyak caramenyelesaikan

Perhatikan susunan bilangan berikut

1,2,3, 4,5, 6,7,8,9,10 tentukan jumlah bilangan tersebut!

·        Dapat dengan

menjumlahkan satu persatu

·         Menyusun ulang

bilangan dan memasangkan

·      Menggabungkan dua bilangan dengan cara tertentu

 

Jawab : 55

 

2.            Penyelidikan matematis (Mathematical Investigation) adalah peyelidikan tentang masalah yang dapat dikembangkan menjadi model matematika, berpusat pada tema tertentu, berorientasi pada kajian atau eksplorasi mendalam, dan bersifat open-ended. Kegiatan belajar yang dilaksanakan dapat berupa cooperative learning.

Contoh  tema Deret Angka

2 .... 3 .... 4 .... 6 .... 6 .... 9 .... . . .

A. 8    B. 6    C. 2    D. 1

 

Jawaban : A ( Siswa butuh mengksplor secara mendalam)

 

 

3.            Penemuan terbimbing adalah suatu kegiatan pembelajaran dimana guru membimbing siswanya dengan menggunakan langkah-langkah yang sistematis sehingga mereka merasa menemukan sesuatu.

Contoh:

Pendekatan Phi pada Lingkaran. Siswa akan menemukan hubungan antara Phi, Keliling, dan Diameter

 

4.            Contextual Learning adalah pengelolaan suasana belajar yang mengaitkan bahan pelajaran dengan situasi dan/atau kehidupan sehari-hari, hal-hal yang faktual atau keadaan nyata yang dialami siswa.

Contoh :

Ani Memiliki Uang yang terdiri dari lima Lembar seribuan, satu lembar Lima Ribuan, satu lembar dua ribuan dan satu uang logam Lima Ratusan. Lalui dia membeli Jus Mangga Seharga Rp. 7.000 maka ada berapa cara membayar jus manga tersebuut:

Jawab :

Cara 1

Membayar dengan Uang 5.000 satu lembar  dan 1.000 dua lembar

Cara 2

Membayar dengan Uang 5.000 satu lembar  dan 2.000 satu lembar

Cara 3

Membayar dengan Uang 1.000 lima lembar  dan 2.000 satu lembar

Popular Posts